Sejarah Kebudayaan Islam Kelas 11 Semester 1

BAB 1: PROSES LAHIR DAN FASE-FASE PEMERINTAHAN BANI UMAYYAH



PROSES LAHIR DAN FASE-FASE PEMERINTAHAN BANI UMAYYAH I
Materi kali ini akan membahas tentang proses lahirnya Bani Umayyah I dan fase-fase pemerintahan yang dipimpin oleh Khalifah Muawiyah bin Abi sufyan. Adapun untuk fase-fasenya terbagi dalam tiga fase, yaitu: Fase berdiri atau fase pembentukan dan pembinaan; Fase Kemajuan; Fase lemah sampai runtuh.

1. PROSES LAHIRNYA BANI UMAYYAH I
Lahirnya Bani Umayyah I di Damaskus tahun 40 Hijriah (662 M) oleh Muawiyah bin Abi Sufyan di kota kecil Illyat di wilayah Yerussalem. Diperkirakan oleh para pakar sejarahwan sebagai sabotase terhadap pemerintahan Ali bin Abi Thalib dari pemerintahan terakhir Khulafaur Rasyidin. Karena pengangkatan Ali bin Abi Thalib oleh mayoritas masyarakat Islam menggati Khalifah Usman bin Affan tidak pernah disetujui oleh pihak Muawiyah, maka berbagai cara dilakukan oleh Muawiyah untuk menurunkan atau menghancurkan Ali bin Abi Thalib dari pemerintahannya. 
Muawiyah bin Abu Sofyan

Salah satu caranya ialah Muawiyah dan kelompoknya memfitnah Ali dengan menyebarkan isu bahwa Ali lah yang ada di belakang terbunuhnya Usman bin Affan. Isu ini termakan oleh beberapa pembesar di kalangan Umat Islam, seperti Siti Aisyah, Zubair bin Awwan dan Thalhah bin Ubaidillah.

Mereka lalu mengangkat perang terhadap Ali dengan tujuan mereka memaksa Ali untuk mengakui perbuatannya. Perang tersebut disebut Perang Jamal karena Aisyah mengendarai unta pada saat memimpin perang. Kemenangan perang berasa di pihak Ali karena mayoritas masyarakat Islam mendukung Ali.

Kelompok Muawiyah tetap membuat propaganda untuk menghancurkan pemerintahan Ali dengan cara menghimpun kekuatan besar dengan tujuan meyerang Ali bin Abi Thalib. Perang berkcecambuk dan menelan banyak korban diantara kedua belah pihak yang bertikai. Perang tersebut dalam sejarah dikenal dengan nama Perang Siffin karena terjadi di wilayah kecil Sifein, sebuah wilayah perbukitan antara Madinah dengan Damaskus. Akan tetapi sepeerti pada perang sebelumnya yaitu Perang Jamal, Muawiyah tidak pernah menerima kemenangan Khalifah Ali bin Abi Thalib.

Sikap tidak mau menerima kekalahan itu diwujudkan Muawiyah dengan mengajak damai Khalifah Ali sampai 3 kali dengan cara membujuk dan merobek-robek Al-Qur’an. Pada akhirnya Ali mau berdamai karena mellihat Al-Qur’an dirobek-robel oleh Muawiyah.

Sikap damai Ali ternyata tidak memberi perdamaian yang sesungguhnya, tetapi menambah sejarah panjang pertikaian Ali dengan Muawiyah. Muawiyah memfungsikan kelompok keras Khawarij Abdur Rahman bin Muljam pada suatu pagi setelah sholat subuh untuk menusuk Khalifah Ali.

Wafatnya Ali disambut oleh pihak Muawiyah dengan suka ria, karena dengan demikian Bani Umayyah yang telah diproklamasikan pada tahun 40 Hijriyah menjadi eksis dan menjadi satu-satunya pemerintahan yang sah dalam Islam.

2. fase-fase pemerintahan bani umayyah I
A. Fase berdiri atau fase pembentukan dan pembinaan.
Dimulai dari berdirinya Bani Umayyah tahun 40 Hijriyah atau 662 M sampai masa pemerintahan Walid bin Abdul Malik Khalifah ke-6 ketika Islam masuk Eropa atau Andalusia yang dibawa oleh Tariq bin Ziad tahun 711 M. Pada masa ini pembinaan peradaban Islam berjalan dengan pendekatan Arabisasi (Arab Oriental), yaitu pengembangan peradaban berciri Arab.

Pada saat itu pengembangan peradaban didominasi ukiran-ukiran di dinding-dinding masjid dan istana yang dihiasi dengan tulisan-tulisan kaligrafi yang indah. Lagu-lagu padang pasir dan warisan arab pra Islam dipadukan dnegan seni Islam yang menghasilkan lagu-lagu qasidah yang indah. Ilmu yang dikembangkan oleh Bani Umayyah I pada saat itu masih berciri arab asli, yaitu Bahasa (nahwu dan balaghah), qiraat dan hadist, tafsir dan tarikh Islam.

Pada fase pertama ini perluasan wilayah berjalan sangat pesat, Islam masuk sampai wilayah-wilayah pelosok empat benua: Asia, Afrika, Eropa, dan Amerika. Wilayah di imperium-imperium besar: Yunani, Romawi, Persia, dan Gothia banyak yang takluk pada Islam dengan membayar upeti yang besar.

Pembinaan peradaban ilmu dan kebuadayaan serta administrasi pemerintahan berkembang, baru pada periode selanjutnya sementara pada periode ini para khalifah focus pada pengembangan wilayah kekuasaan atau perluasan wilayah (Islamisasi).

b. Fase kemajuan
Dimulai dari masa Khalifah ke-7 Sulaiman bin Abdul Malik – Khalifah ke-8 Umar bin Abdul Aziz dari pemerintahan Bani Umayyah I Damaskus. Pada fase ini Islam telah berkembang hampir di penjuru dunia, seperti dari wilayah Asia Tenggara sampai Asia Timur jauh dari Afrika Utara sampai Andalusia dan dari India sampai Persia. Islam dibawa oleh sahabat-sahabat Nabi: Ugbah bin Nafi dan Musa bin Nusair di Afrika Utara, Saad bin Abi Waqas di wilayah Cina dan Indonesia, Abdullah bi Abi Sara di India dan Tariq bin Ziad di Eropa atau Andalusia.

Pada fase kedua ini perluasan wilayah tetap berjalan dengan lancer. Serta pada fase ini penemuan mata uang sebagai alat pembayaran telah ditemukan oleh Khalifah Marwan bin Hakam Khalifah ke-4 Bani Umayyah I.

Bentuk-bentuk peradaban yang tumbuh pada masa kejayaan, diantaranya:a. Ilmu pengetahuan: qiraat, nahwu dan balaghah, tafsir, hadist dan sejarah.b. Bangunan fisik: istana, masjid, pengairan, irigasi dan jembatan.c. Fasilitas pendidikan: kuttab, halaqah di masjid, dan majelis munadarah.d. Departemen pemerintahan: Nidhamul Maal = keuangan, Siasy = politik, Harby = keamananIdary = administrasi, Qadi = hukum, jawatan pos, pengawal istana, ketentaraan, sekretaris dan pengantar surat. 



c. Fase lemah sampai runtuh
Fase ini dimulai dari masa kekuasaan Yazid bin Abdul Malik Khalifah ke-9 yang tiak bisa mengendalikan pemerintahan seperti kedua kakaknya Walid dan Sulaiman. Pada saat dia diangkat banyak terjadi pemberontakan dan Khalifah Yazid sendiri tidak dapat mengendalikan pemberontakan-pemberontakan tersebut. Kondisi ini terjadi sampai puncaknya pada saat pengangkatan 2 khalifah dalam 1 tahun berjlan, yaitu putra dari khalifah Walid, khalifah ke-12 Yazid bin Walid, dan ke-13 Ibrahim bin Walid.

Menurut para pakar sejarah Islam bahwa masa puncak lemahnya Bani Umayyah dikarenakan masyarakat benci dan marah kepada pemerintahan Bani Umayyah lantaran terjadi pengangkatan 2 Kahalifah dalam 1 tahun pemerintahan, dan tidak segera mengambil kebijakan siapa diantara kedua putra mahkota Walid 2 itu menjadi Khalifah yang sah.

Sistem monarki yang dipakai dalam proses peralihan kepemimpinan di Bani Umayyah I ikut memperparah kelemahan Bani Umayyah. Akibat dari pelaksanaan sistem monarki di Bani Umayyah I juga dapat memberi peluang kepada para sultan mahkota untuk melakukan penyelewenengan kekusaan. Sikap masyarakat terhadap kasus amoral membuat masyarakat semakin benci dan marah pada keturunan Bani Umayyah I, puncaknya kemarahan tersebut membuat masyarakat melakukan demonstrasi menuntut tanggung jawab para khalifah.

Lemahnya Bani Umayyah I pada fase ini terjadi hampir di semua wilayah kekuasaan Bani Umayyah I. Sementara di luar kekuasaan Bani Umayyah I sedang berkembang pesat beberapa kekuatan baru, seperti Abbasiyah dan Syiah di wilayah Hijaz dan Persia, Bani Fatimiyah di Mesir, dan Thohiriyah di Maroko, sedangkan kekuatan baru yang berhadpan langsung dengan Bani Umayyah I adalah Abbasiayh. Peperangan unag dilancarkan kedu akekuatan ini berjalan secara terbuka hamper di semua wilayah Bani Umayyah I, dan pada akhirnya kekuatan Abbasiyahlh yang memenangkan pertempuran tersebut. Maka berakhirlah kekuasaan Bani Umayyah I tepatnya tahun 132 Hijriyah atau 750 M setelah kalah dalam perang al-Zab melawan keturunan Abbasiyah.

Poin-poin penting bab 1
  • Lahirnya Bani Umayyah I di Damaskus tahun 40 Hijriah (662 M) oleh Muawiyah bin Abi Sufyan di kota kecil Illyat di wilayah Yerussalem.
  • Perang pertama antara Ali bin Abi Thalib dengan Muawiyah bin Abi Sufyan adalah Perang Jamal. Dinamakan perang Jamal karena Aisyah mengendarai unta saat memimpin perang.
  • Perang kedua adalah Perang Siffin, karena terjadi di wilayah kecil Sifein, sebuah wilayah perbukitan antara Madinah dengan Damaskus.
  • Perang terakhir Bani Umayyah dengan Bani Abbasiyah dinamakan Perang al-Zab yayng dimenangkan oleh Bani Abbasiyah.
  • Kekuasaan Bani Umayyah berakhir pada tahun 132 Hijriyah atau 750 M.

Comments

Popular Posts